Momentum Haru dan Amanah di Usia Senja

Banjarnegara, 9 Januari 2026 – menjadi hari yang penuh makna dalam perjalanan wakaf antara H. Taslim dan Yayasan Salam Abadi Indonesia (YASIN). Di usia 91 tahun, H. Taslim kembali meneguhkan niatnya mewakafkan tanah untuk kepentingan umat, melanjutkan ikrar wakaf pertama yang telah dilaksanakan pada tahun 2020.

Beberapa hari sebelum pelaksanaan ikrar, Ketua YASIN melakukan silaturahmi ke kediaman H. Taslim untuk menyampaikan kesiapan administrasi wakaf. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa seluruh berkas wakaf telah mendapatkan persetujuan dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat dan telah dikoordinasikan dengan Kantor Urusan Agama (KUA). Hasil koordinasi menetapkan bahwa ikrar wakaf kedua dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di kediaman wakif.

“Berbahagialah orang yang bisa memberi tanpa mengingat-ingat dan orang yang mengambil tanpa melupakan (yang memberinya).”

Pelaksanaan ikrar wakaf berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. H. Taslim mengikuti prosesi dari kursi roda, didampingi keluarga serta para pihak terkait. Pembacaan ikrar dikuasakan kepada Kepala KUA dan disaksikan oleh para nazhir, saksi, petugas KUA, serta anggota keluarga wakif. Wakaf ini diperuntukkan bagi pembangunan Masjid Nur Salam dan Asrama Putra Istana Yatim At-Taslim di Dusun Mergayasa Kulon.

Dalam suasana yang mengharukan, H. Taslim menyampaikan harapan agar wakaf tersebut diniatkan sebagai amal jariyah bagi orang tuanya, almarhum Sanduki, yang dahulu berjuang mengupayakan tanah tersebut. Kepala KUA menjelaskan bahwa secara niat hal tersebut dimungkinkan, sementara secara administrasi dan hukum wakaf tetap dicatat atas nama H. Taslim sebagai ahli waris sah. Penjelasan tersebut diterima dengan penuh keikhlasan.

Prosesi ikrar berjalan lancar. Kepala KUA membacakan data administrasi wakaf dan memberikan kesempatan kepada para saksi untuk melakukan koreksi apabila terdapat kekeliruan. Setelah seluruh data dinyatakan benar, ikrar wakaf dinyatakan sah dan ditutup dengan doa bersama.

Ketua Yayasan Salam Abadi Indonesia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh H. Taslim kepada YASIN. Ia menegaskan bahwa wakaf ini merupakan amanah besar yang akan dikelola secara profesional dan bertanggung jawab, guna mendukung pembangunan sarana ibadah dan pembinaan anak-anak yatim.

Ikrar wakaf ini diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya serta membawa keberkahan bagi wakif, keluarga, dan masyarakat luas. Wakaf tersebut tidak hanya bernilai sebagai penyerahan aset, tetapi juga menjadi wujud ketulusan dan keimanan di usia senja, ketika orientasi hidup sepenuhnya diarahkan untuk bekal akhirat. Melalui pembangunan Masjid Nur Salam dan Asrama Putra Istana Yatim At-Taslim, tanah wakaf ini diharapkan menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan pembinaan generasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.

Semangat wakaf yang ditunjukkan H. Taslim menjadi teladan bahwa harta terbaik adalah yang diinfakkan di jalan Allah, dan kebaikan yang ditanam hari ini akan menjadi saksi kebaikan di akhirat kelak. Yayasan Salam Abadi Indonesia berkomitmen menjaga amanah tersebut dengan pengelolaan yang transparan dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Bagikan cerita