Pahala Melimpah di 10 Hari Dzuhijjah

Banjarnegara Ahad, 25 Mei 2025 – Istana Yatim At-Taslim kembali mengadakan Kajian Ahad Pagi yang dihadiri oleh para santri, pengurus, dan jamaah lingkungan sekitar. Kajian ini mengangkat tema “Meraih Pahala Melimpah di Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah”, yang disampaikan oleh Habib Abdul Halim Hafidz Maulachela, B.Sc, M.A.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan penyampaian materi utama. Kegiatan kajian ini bertujuan sebagai komitmen pengurus untuk terus menyebarkan syiar Islam, meningkatkan pengetahuan tentang ajaran Islam, dan sebagai ajang silaturahmi pengurus dengan lingkungan sekitar.

Dalam kajian tersebut, Habib Abdul Halim menjelaskan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan waktu yang paling mulia dalam satu tahun untuk memperbanyak amal shalih. Beliau menegaskan bahwa pada hari-hari tersebut, Allah melipat gandakan pahala dan memberi kesempatan bagi umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Habib Abdul Halim juga menjelaskan bahwa dalam satu tahun, terdapat tiga momentum utama yang sangat istimewa:

  1. Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan (dengan Lailatul Qadar),
  2. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah (dengan Hari Arafah dan Idul Adha),
  3. Sepuluh hari pertama bulan Muharram (dengan puasa Asyura).

Keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah terdapat dalam Qur’an surah al-fajr ayat 1 dan ayat 2

“وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ”

Artinya: “Demi fajar, dan malam-malam yang sepuluh.”

Sebagian mufassir (ahli tafsir) berpendapat bahwa malam-malam yang sepuluh ini yang dimaksud pada ayat tersebut adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Hal itu yang menunjukkan keutamaan dan keberkahan hari-hari tersebut karena Allah menggunakannya dalam bentuk sumpah.

“Berbahagialah orang yang bisa memberi tanpa mengingat-ingat dan orang yang mengambil tanpa melupakan (yang memberinya).”

Shahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya “Tidak ada hari di mana amal kebaikan saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini. Rasulullah menghendaki 10 hari (awal Dzulhijjah). Lantas para sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?’ Rasulullah shallalâhu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun (mati syahid).” (H.R. Bukhari)

Adapun amalan yang dapat dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah:

1.Puasa

Diriwayatkan dari sebagian istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , mereka berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ تِسْعَ ذِىْ الْحِجَّةِ، وَيَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرِ، وَأَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيْسَ.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari bulan Dzulhijjah, hari ‘Asyura, tiga hari pada setiap bulan, dan hari Senin pertama awal bulan serta hari Kamis.

Terutama di tanggal 8 ( hari tarwiyah dan hari Arafah :

صَوْمُ يَوْمَ التَّرْوِيَّةِ كَفَارَةُ سَنَة

“Shaum pada hari tarwiyah (8 Dzulhijjah) akan mengampuni dosa setahun yang lalu.”

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ، وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَه

Artinya : “Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah dapat menutupi dosa pada satu tahun sebelumnya, juga pada satu tahun setelahnya.”

2.Qiyamul Lail

3.Memperbanyak Dzikir

4.Takbir saat melihat atau mendengar suara hewan ternak.

5.Bagi yang berniat untuk berkurban disunnahkan tidak memotong kuku dan mencukur rambut hingga hewan qurban disembelih.

6.Qurban.

7.Takbir hari raya idul adha ada dua :

  1. Takbir Muqayyad : Takbir yang disunnahkan setelah shalat , waktunya dari subuh hari Arafah sampai Ashar tanggal 13 Dzulhijjah.
  2. Takbir Mursal : takbir yang pelaksanaanya tidak terikat dengan shalat artinya disunnahkan kapan saja.

Kami Yayasan Salam Abadi Indonesia (YASIN) mengucapkan ribuan terima kasih epada para donatur, warga sekitar, tamu undangan, anak – anak binaan dan wali binaan serta para lansia yang telah hadir dan juga berpartisipasi dalam acara ini. Semoga rezekinya semakin dilancarkan oleh Allah SWT, selalu diberikan kesehatan.

Bagikan cerita