Ustadz Djarkasih Effendi Ajak Jamaah Istiqomah Beramal Saleh

Banjarnegara – Pada tanggal 26 Juli 2026, Yayasan Salam Abadi Indonesia (YASIN) kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi di Aula Istana Yatim At-Taslim YASIN Terpadu. Kajian yang menghadirkan Ustadz Djarkasih Effendi, S.Th.I. ini mengangkat tema “Indahnya Beramal Saleh dan Balasannya”, mengajak jamaah untuk menjadikan amal saleh sebagai bekal terbaik menuju ridha Allah SWT.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Djarkasih menyampaikan bahwa iman dan amal saleh merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang mengaku beriman hendaknya membuktikan keimanannya melalui amal-amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga mengingatkan bahwa shalat merupakan tiang agama dan menjadi amalan pertama yang akan dihisab, sedangkan amal saleh lainnya menjadi penyempurna yang akan memperberat timbangan kebaikan di akhirat.

“Berbahagialah orang yang bisa memberi tanpa mengingat-ingat dan orang yang mengambil tanpa melupakan (yang memberinya).”

Selain itu, beliau mengajak para jamaah, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai masjid dan memakmurkannya melalui shalat berjamaah, mengumandangkan azan, serta menghadiri majelis ilmu. Menurutnya, setiap langkah menuju masjid dan majelis ilmu akan menjadi sebab dihapuskannya dosa serta ditinggikannya derajat di sisi Allah SWT.

Ustadz Djarkasih juga menjelaskan berbagai keutamaan sedekah sebagai salah satu bentuk amal saleh. Sedekah tidak hanya menjadi sebab diampuninya dosa, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, ketenangan hati, serta keberkahan dalam kehidupan. Beliau menegaskan bahwa bersedekah tidak harus menunggu memiliki harta yang banyak. Senyum yang tulus, tutur kata yang baik, dan sikap ramah kepada sesama pun termasuk sedekah yang mudah dilakukan setiap hari.

Dalam kesempatan tersebut, jamaah juga diajak untuk membiasakan membaca Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Kahfi, terutama pada malam atau hari Jumat. Menurut beliau, membiasakan diri membaca Al-Qur’an akan menjadi cahaya dalam kehidupan sekaligus mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.

Tak kalah penting, Ustadz Djarkasih mengingatkan besarnya pengaruh doa orang tua terhadap kehidupan anak-anaknya. Beliau mengajak para orang tua untuk senantiasa mendoakan kebaikan, kesalehan, dan keberkahan bagi putra-putrinya, serta menjaga lisan agar tidak mengucapkan kata-kata yang buruk ketika sedang marah.

Menjelang akhir kajian, Ustadz Djarkasih mengijazahkan doa agar hati senantiasa istiqomah dalam menjalankan agama Allah SWT:

اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَعَلَى طَاعَتِكَ

“Ya Allah, wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu.”

Kajian ditutup dengan ajakan kepada seluruh jamaah untuk memperbanyak amal saleh, menjaga kualitas ibadah, gemar bersedekah, serta terus memakmurkan masjid sebagai wujud kecintaan kepada Allah SWT. Diharapkan, setiap amal kebaikan yang dilakukan menjadi jalan meraih kebahagiaan di dunia sekaligus keselamatan di akhirat.

Mari Menjadi Bagian dari Amal Saleh

Yayasan Salam Abadi Indonesia (YASIN) mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menebarkan manfaat melalui berbagai program dakwah, pendidikan, santunan yatim, pembinaan lansia, dan pembangunan Masjid Nur Salam. Setiap doa, dukungan, dan donasi yang diberikan insyaAllah menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya serta menghadirkan keberkahan bagi kita semua.

Bagikan cerita