Kajian Ahad Pagi rutin turut meramaikan rangkaian kegiatan “BERLIAN RAMADHAN 1447 H (Berbagi Kemuliaan di Bulan Ramadhan 1447 H)” yang diselenggarakan oleh Yayasan Salam Abadi Indonesia (YASIN) di Aula Istana Yatim At-Taslim pada 22 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Dr. H. Ahmad Nafis Athoillah, M.A., yang menyampaikan tausiyah tentang pentingnya bersyukur atas kedatangan bulan suci Ramadhan dan meluruskan niat dalam setiap amal.
Dalam kajiannya, beliau mengajak jamaah untuk merenungi makna kedatangan Ramadhan sebagai nikmat besar yang tidak semua orang dapat merasakannya. Bersyukur atas dipertemukannya kembali dengan Ramadhan adalah bentuk kesadaran bahwa kesempatan hidup dan kesehatan merupakan anugerah paling agung dari Allah SWT.
“Berbahagialah orang yang bisa memberi tanpa mengingat-ingat dan orang yang mengambil tanpa melupakan (yang memberinya).”
Beliau mengingatkan bahwa perjalanan waktu dalam kalender Hijriah terus berputar tanpa menunggu kesiapan manusia. Usia umat Rasulullah SAW rata-rata berada di sekitar enam puluh tahun. Artinya, waktu yang dimiliki manusia sangat terbatas. Kematian bisa datang secara tiba-tiba tanpa tanda, atau melalui proses sakit yang panjang. Karena itu, setiap detik kehidupan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal.
Ramadhan menjadi momentum istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah, bukan menjadikannya alasan untuk bermalas-malasan. Puasa bukan penghalang aktivitas produktif, melainkan sarana melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri. Bahkan aktivitas sederhana seperti tidur saat berpuasa pun bernilai ibadah jika diniatkan dengan benar.
Lihat Cerita Terbaru
Namun demikian, inti dari seluruh amal adalah niat. Beliau mengingatkan hadis tentang tiga golongan yang tampak mulia di dunia, tetapi tertunda balasannya karena niat yang tidak lurus: pejuang yang berjuang demi disebut pahlawan, dermawan yang bersedekah agar dipuji, dan alim yang menyebarkan ilmu agar dikenal sebagai orang berilmu. Secara lahiriah mereka melakukan kebaikan, tetapi hati mereka tidak sepenuhnya karena Allah.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang memperbanyak amal, tetapi juga membersihkan niat. Keikhlasan adalah ruh dari setiap ibadah. Tanpa keikhlasan, amal sebesar apa pun bisa kehilangan nilainya di hadapan Allah. Melalui rangkaian kegiatan BERLIAN RAMADHAN 1447 H, jamaah diharapkan semakin siap menyambut bulan suci dengan hati yang bersih, niat yang lurus, serta semangat beramal demi meraih ridha Allah SWT.


